Home > Otomotif > Deteksi Problem Disk Brake Dari Bunyi

Deteksi Problem Disk Brake Dari Bunyi

Ada 3 bunyi khas (nguuk-nguuk, sring-sring & srek-sreek) yang sering timbul pada sistem pengereman yang menggunakan cakram. Sekilas, bunyi yang muncul dari sumber yang sama ini hampir mirip. Tapi kalo dicermati akan terdengar bedanya. Selain itu, tiap bebunyian tersebut penyebabnya berbeda lo.

Gimana, mau tau biang kerok yang menyebabkan rem depan Anda berdendang fals ini berikut cara mengatasinya? Simak tulisan ini. 

Nguk-Nguk
Nada mengganggu gendang telinga ini muncul saat fungsi penghenti laju dioperasikan. Hal itu disebabkan kotoran yang menempel pada permukaan kampas rem (brake pad). “Jadi saat kampas rem yang permukaannya berdebu menjepit cakram, saat itulah bunyi tersebut timbul. Karena terjadi efek kesat atau seret.

Nah agar bunyi itu sirna, caranya gampang bin mudah. Pertama, lepas dulu perangkat kaliper dari cakram. Bila ada kompresor, tinggal semprot bagian kampas remnya. “Bila enggak ada kompresor, jangan putus asa. Bisa dibersihkan dengan pakai kuas. Selain itu, kalau kotorannya agak membandel, bisa manfaatkan ampelas untuk mengikis tumpukan kerak tadi.

Sring-Sring


Kampas habis bikin ngilu

Bila didengarkan secara saksama, bunyi seperti ini timbul karena gesekan antara logam dengan logam. Bunyinya sangat menggangu karena bikin ngilu. Pemicunya, kampas rem yang sudah habis dan telat diganti, mengakibatkan tatakan kampas rem yang terbuat dari lempengan besi beradu langsung dengan cakram.

Awas jangan dibiarkan. Sebab justru malah bisa membuat permukaan cakram tergerus. “Akibatnya, meski kampas sudah diganti baru, pengereman enggak bisa maksimal, karena permukaan sudah tak rata.

Tapi kalo permukaan cakram tergerusnya belum telanjur parah, menghilangkan suara sring-sring cukup dengan mengganti kampas rem saja. Sebaliknya kalo sudah parah atau dalam, “Maka perangkat tersebut mesti diganti.

Srek-Srek


Debu menempel bikin cakram teriak

Dendangan rem depan Anda terdengar secara timbul tenggelam. Karena menurut hasil pendeteksian, penyebabnya karena permukaan cakram enggak rata alias sudah penyang. Kemungkinan terbesar hal itu terjadi karena pernah terbentur benda keras. Material cakram kurang bagus (gampang melintir saat kena panas gesekan) dan pemicu lainnya.

Buat mengusir noise yang disebabkan, cakram geal-geol ada 2 pilihan. “Pertama dengan mengganti piringan rem dengan yang baru. Langkah alternatifnya, dengan melakukan pengepresan pada permukaan cakram.

Untuk beli cakram baru, dana yang mesti disiapkan Rp 70-160 ribu (untuk Honda Tiger). Nah buat yang pakai jalur alternatif, biaya jasa pengepresan yang mesti dikeluarkan Rp 70 ribu. “Makanya, biar hal ini tak terjadi, rem depan harus dirawat. Selain itu, saat di jalan juga harus waspada. (otomotifnet)

Categories: Otomotif
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: